Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Curhat Guru Wanita Di Pedalaman Ini Tembus Banjir Hingga Angkat Batu

Ditengah dilema dunia pendidikan saat ini yang mendera bangsa Indonesia, satu persatu persoalan muncul di tanah air.

Masih tak lekang kasus pemukulan guru yang dilakukan oleh oknum siswa di Sampang  hingga sang guru menghembuskan nafas terakhir. 

Namun tak hanya masalah moralitas, kembali masalah infrastruktur juga tak kalah mencuri perhatian. 

Baru-baru ini kembali muncul sejumlah foto-foto perjuangan guru di perbatasan tanah air tepatnya di daerah Sungai Dungun Sebubus Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat  yang untuk menembus akses ke tempat tujuan mengabdikan diri mendidik anak bangsa. 

Para guru-guru wanita ini harus melewati akses jalan yang sangat memprihatinkan didaerah pedalaman perbatasan ini.

Tampak jalan sempit yang mereka lalui ini digenangi air  dan beberapa lainnya dalam kondisi becek.

Kanan kiri masih semak belukar. 

Menggunakan sepeda motor mereka mencoba menerobos akses yang payah ini.

Bahkan beberapa dari mereka harus mengangkat batu hanya agar genangan banjir yang dalam tadi bisa sedikit dilalui.

Perjuangan sejumlah guru wanita tadi diunggah oleh akun facebook @Rubiah Idrus, Sabtu (3/2/2018) malam.  

"Rase merana pg ngajar ari itok jln bebanjeran. Liat guru2 wanita tangguh nak pagi ngajar terpakse buruh dlk ngangkat batu supaye bs lewat. Gare2 kekapakan nyampatek befoto nak ngibur ati. Mane bw mtr beranang melanggar kayu, melanggar batu demi tugas harus dilalui. Itoklah guru pedalaman sdn 18 sungai dungun paloh kab sambas.," tulisnya.






Sejak diunggah, kisahnya ini sudah 219 kali dibagikan dan mendapatkan beragam tanggapan netizen. 

Dipostingan lainnya, ia juga sempat mencurahkan hatinya terkait dilema pendidikan saat ini dimana saat kerap guru memberikan hukuman kepada siswa yang berbuat kenakalan atau kesalahan  'dianggap' salah.

Namun disisi lain, ia ingin membagikan perjuangan guru untuk dapat bertanggung jawab bagi anak bangsa hal apapun namun kurang mendapatkan perhatian.

"Ketika guru dianggap berbuat salah dlm bertugas hujatan dan hukuman segera dibrikan. Ttp ketika guru brd dalam masalah begitu sulit untuk mendapatkan bantuan. Padahal awal seseorang menjadi sesuatu itu krn guru. Orang yang paling hebat sekalipun tetap belajar dg seorang guru. Sungguh menyedihkan....," tulisnya 

Postingannya langsung ditanggapi oleh netizen.

Mereka rata-rata menyemangati para guru wanita ini agar tetap semangat menjalankan tugas, mengabdi pada bangsa demi mencerdaskan anak negeri.

Nurmila Semangat terus

Wilda Kurniati Ya allah tin iyan k jlnnye.. Ampun. Kasian kk lhtnye... Mg pemerintah cpt tanggap

Yulia Mardhani Insyaallah Aryati Nur..demi membuat anak negri mjd seorang yg berguna bgi nusa & bangsa....amin

Rafika Ajah Ya Allah kak, salut Saye. Semoga selalu diberi kesehatan ya kak untuk mencerdaskan anak bangsa. 

(Dhita Mutiasari)

*sumber: Fb Sungai Pinyu Punya Cerita