Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Solopeduli Gelar Nonton Bareng Duka Sedalam Cinta

nonton bareng duka sedalam cinta solo
Solopeduli bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena (FLP) Solo Raya menggelar acara nonton bareng (nobar) film Duka Sedalam Cinta (DSC). Acara nobar digelar pada Rabu (1/11) di Studio 2 Solo Square, Laweyan Solo, pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini bermula sebab tingginya animo masyarakat untuk menonton film DSC, sementara film yang ditengarai sebagai kelanjutan film Ketika Mas Gagah Pergi itu tidak tayang di bioskop-bioskop Kota Solo.

Untuk menyaksikan film ini, panitia menjual per tiketnya sebesar Rp 50.000,-. Harga tersebut sudah termasuk alokasi untuk berdonasi/sedekah. Donasi yang sudah terkumpul, kemudian disalurkan ke program Pesantren Gratis Yatim-Dhuafa yang dikelola oleh Solopeduli.

Untuk nobar ini, panitia telah menyiapkan sebanyak 246 tiket. "Panitia menyediakan 246 tiket. Jumlah ini kami sesuaikan dengan kapasitas Studio 2 Solo Square ini," ujar Sutarno, Manajer Fundraising Solopeduli sekaligus penanggung jawab acara nobar.

Sesuai prediksi, banyak masyarakat yang tertarik untuk mengikuti acara ini. Tidak butuh waktu lama, seluruh tiket ludes dipesan. Itu pun, masih banyak masyarakat yang belum kebagian tiket padahal sangat ingin menonton film yang diproduseri oleh Helvy Tiana Rosa ini. Melihat kondisi ini, pihak panitia akhirnya menggelar acara serupa pada Kamis (2/11), dengan waktu, tempat, dan biaya yang sama. “Sebab masih banyak masyarakat yang menghubungi kami untuk menonton film ini sekaligus berdonasi, kami akhirnya menggelar lagi nobar ini. Kali ini hanya sedikit bergeser, dari studio 2 ke studio 1. Kapasitasnya lebih banyak, ada 259 tiket,” ungkap Sutarno.

Acara nobar berjalan lancar. Penonton didonimasi oleh para ibu dan remaja putri. Tidak sedikit penonton yang terlihat matanya sembab usai keluar dari bioskop. Film DSC sendiri berkisah tentang kakak beradik yang bernama Mas Gagah dan Gita dalam pencarian cahaya kebenaran. Transformasi Mas Gagah dan juga adiknya, Gita, adalah kisah penuh liku. Sebagian besar lokasi film ada di Kepulauan Halmahera Selatan dengan pesona keindahan alamnya. Film ini dibintangi oleh Wulan Guritno, Hamas Syahid, Aquino Umar, Masaji Wijayanti, Izzah Ajrina, dan Ustadz Salim A. Fillah.