Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tukang Becak Penambal Jalan

Di tengah kehidupan masyarakat kota yang padat akan kesibukan dan cenderung individualis, ternyata masih ada orang yang begitu tinggi kepeduliannya terhadap lingkungan dan juga kepentingan orang lain. Adalah seorang tukang becak di Surabaya yang berhasil menarik perhatian kita semua, karena sosoknya yang sangat sederhana dan berhati mulia.

Abdul Syukur namanya. Bapak tua kelahiran tahun 1950 ini sedang hangat dibicarakan. Pak Tuwek atau Pak Dul, demikian panggilannya, bekerja sebagai tukang becak. Biasanya ia mangkal di depan ITC Surabaya. Pendapatannya Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu saat ramai, namun jika sepi, sehari ia hanya mengantongi Rp 12 ribu. Bisa dikatakan, pendapatannya tidaklah seberapa. Tapi dia menjalani kesehariannya itu dengan penuh syukur dan keikhlasan.

Tukang becak penambal aspal

Usia tua, tidak membuatnya rapuh. Kebiasaannya setelah menarik becak, pada pukul 21.00, dia menambal jalan berlubang yang menurutnya bisa mencelakakan orang. Hanya dengan berbekal palu ukuran sedang, Pak Dul memukuli batu-batu besar yang diangkutnya menjadi pecahan yang lebih kecil untuk menutupi lubang.

Pak Dul mengerjakan itu semua tanpa disuruh, dan tanpa dibayar oleh siapapun. Motifnya sangat sederhana, Pak Dul mengatakan jika tidak mampu bersedekah dengan harta, dirinya ingin bersedekah dengan tenaga atau apa saja yang bisa dilakukannya. Sungguh alasan yang sangat mulia.