Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Adam Khoo, Sekolah, dan Kesuksesannya

Adam Khoo, jutawan sekaligus motivator sukses dari Singapura ini baru berumur 15 tahun ketika memulai karier bisnisnya. Pria bernama lengkap Adam Khoo Yean Ann ini mampu membuktikan kemampuannya sebagai salah satu pria muda tersukses di Singapura.

Waktu anak-anak, ia adalah penggemar berat games dan TV. Ia bisa berjam-jam di depan TV dalam sehari. Adam Khoo pun dikenal sebagai "anak bodoh". Ketika kelas empat SD, Ia dikeluarkan dari sekolah. Ia pun masuk ke SD terburuk di Singapura. Ketika akan masuk SMP, ia ditolak oleh enam SMP terbaik di sana. Akhirnya, ia hanya bisa masuk ke SMP terburuk di Singapura.

Di awal SMP, kebiasaan Adam tidak berubah. Akibatnya, ia mendapat peringkat 10 terburuk di SMP terburuk tersebut. Usia 13 tahun, orangtua Adam memutuskan untuk mendaftarkan Adam di suatu program dari Ernest & Young. Dalam program itu, ia belajar apa yang namanya Neuro Linguistic Programme (NLP), Accelerated Learning, dan sebagainya. Program ini benar-benar bermanfaat bagi Adam. Ia mulai mempraktikkan keterampilan barunya. Apa yang ia lakukan setelah kembali ke sekolah? Pertama ia menulis tujuannya. Ia akan lulus dari SMP tersebut dengan nilai A semua. Ia akan masuk ke Victoria Junior College. SMU terbaik di Singapura. Adam kemudian melakukan tindakan gila. Ia umumkan tujuannya itu di depan kelasnya. Apa yang terjadi? Ia ditertawakan seluruh isi kelas. Termasuk gurunya sendiri.

Tapi tertawaan dan cemoohan guru dan teman-temannya, ia jadikan sebagai sumber semangat. Ia pikir, bila ia tidak bisa membuktikan kata-katanya, ia akan lebih ditertawakan lagi. Karena itu, Adam berusaha keras. Ia gunakan semua cara belajar hebat yang ia dapat dari program Ernest & Young. Hasilnya luar biasa. Adam mulai bisa menjawab pertanyaan di kelas. Meski ia tetap ditertawakan karena membuat catatan yang dipenuhi dengan gambar dan simbol yang menurut orang di sekitarnya sangat aneh.

Akhirnya kerja keras dan tekad baja Adam membuahkan hasil. Ia lulus dari SMP itu dengan nilai A di semua mata pelajaran. Ia berhasil masuk ke Victoria Junior College. Di SMU terbaik ini pun, Adam tetap menjadi yang terbaik. Ia lulus dari Victoria Junior College dengan nilai A semua dan sebagai lulusan terbaik. Adam pun masuk ke National University of Singapore (NUS). Universitas terbaik di Singapura. Di NUS, ia berhasil masuk ke NUS Development Program. Inilah program bagi mahasiswa Top One Percent, mahasiswa dengan prestasi akademis yang sempurna sekaligus program bagi para jenius. Bagi para jenius. Dari NUS, Adam lulus juga sebagai lulusan terbaik.

Karier bisnis Adam dimulai sejak ia beumur 15 tahun dengan berbisnis music box. Bisnis berikutnya adalah bisnis training dan seminar. Pada usia 22 tahun, Adam Khoo adalah trainer tingkat nasional di Singapura. Klien-kliennya adalah para manager dan top manager perusahaan-perusahaan di Singapura. Bayarannya mencapai US$ 10.000 per jam.

Karier bisnisnya mencapai puncak ketika ia berumur 26 tahun. Adam mengelola empat bisnis sekaligus dengan total nilai omzet US$ 20 juta per-tahunnya! “Kunci sukses saya hanya 3 dan semua orang bisa melakukannya, yaitu : tujuan yang jelas, keyakinan yang benar dan kuat, serta aksi yang tepat.”, ujar Adam di setiap sesi training yang dilakukannya.

Pelajaran Berharga 

Kisah Adam Khoo menjadi cambuk bagi orang-orang dengan nilai akademis buruk untuk tetap berusaha meraih kesuksesan. Nilai akademis tidak dapat dijadikan acuan dalam mencapai kesuksesan. So, tetaplah semangat meraih kesuksesan...!!!!